White Swan Online Store

Senin, 03 November 2008

Dari Tukang Ledeng Menjadi General Manager




Suatu hari bos Mercedez Benz mempunyai masalah dengan kran air dirumahnya. Kran itu selalu bocor hingga dia kawatir anaknya terpeleset jatuh . Atas rekomendasi seorang temannya , Mr. Benz menelpon seorang tukang ledeng untuk memperbaiki kran miliknya .

Perjanjian perbaikan ditentukan 2 hari kemudian karena si tukang ledeng rupanya cukup sibuk. Si tukang ledeng sama sekali tidak tahu bahwa si penelpon adalah bos pemilik perusahaan
mobil terbesar di Jerman .

Satu hari setelah ditelpon Mr.Benz , pak tukang ledeng menghubungi Mr.Benz untuk menyampaikan terima kasih karena sudah bersedia menunggu satu hari lagi . Bos Mercy-pun kagum atas pelayanan dan cara berbicara pak tukang ledeng .

Pada hari yang telah disepakati , si tukang ledeng datang ke rumah Mr.Benz untuk memperbaiki kran yang bocor . Setelah kutak sana kutak sini , kranpun selesai diperbaiki dan pak tukang ledeng pulang setelah menerima pembayaran atas jasanya .

Sekitar 2 minggu setelah hari itu , si tukang ledeng menghubungi Mr.Benz untuk menanyakan apakah kran yang diperbaiki sudah benar-benar beres atau masih timbul masalah ?

Mr. Benz berpikir pasti orang ini orang hebat walaupun cuma tukang ledeng . Mr. Benz menjawab di telepon bahwa kran dirumahnya sudah benar-benar beres dan mengucapkan terima kasih atas pelayanan pak tukang ledeng .

Tahukah anda bahwa beberapa bulan kemudian mr. Benz merekrut si tukang ledeng untuk bekerja di perusahaannya ? Ya , namanya Christopher L.Jr . (Lihar Gambar Kedua dari Kanan) Saat ini beliau adalah General manager Customer Satisfaction and Public Relation di Mercedez Benz !

Jangan lupa dan aplikasikan dalam tingkah laku sehari hari :
  1. Masukkan hanya informasi dan nasehat bergizi untuk otak kita . Jangan pernah memberinya sampah.
  2. Jangan sampai rasa takut mengalahkan kita . Hadapi dia face to face.
  3. Tersenyumlah dengan tulus hingga gigi kita terlihat dan Jadilah orang yang menyenangkan.
  4. Selalu tambahkan keju dan pelayanan terbaik walaupun itu tidak diminta.


Kisah Ayam dan Bebek

Berikut adalah cerita kegemaran seorang guru, Ajahn Chah dari Thailand timur laut.
Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan pada suatu malam musim panas yang indah, seusai makan malam. Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mendengar suara di kejauhan; “Kuek! Kuek!”
“Dengar ,” kata si istri, “itu pasti suara ayam.”
“Bukan, bukan, itu suara bebek,” kata si suami.
“Nggak, aku yakin itu ayam,” si istri bersikeras.
“Mustahil. Suara ayam itu ‘kukuruyuuuk!’ , bebek itu ‘kuek! Kuek!’ itu bebek, Sayang,’ kata si suami dengan disertai gejala-gejala awal kejengkelan.

“Kuek! Kuek!” terdengar lagi.
“Nah, tuh! Itu suara bebek,” kata si suami.
“Bukan, Sayang. Itu ayam. Aku yakin betul,” tandas si istri, sembari menghentakkan kaki.
“Dengar ya! Itu a…da…lah…be…bek, B-E-B-E-K. Bebek! Mengerti?” si suami berkata dengan gusar.
“Tapi itu ayam,” masih saja si istri bersikeras.
“Itu jelas-jelas bue…bek, kamu…kamu…”
Terdengar lagi suara, “Kuek! Kuek!” sebelum si suami mengatakan sesuatu yang sebaiknya tak dikatakannya.
Si istri sudah hamper menangis, “Tapi itu ayam…”
Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya, dan akhirnya, ingat kenapa ia menikahinya. Wajahnya melembut dan katanya dengan mesra, “Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara ayam kok.”
“Terima kasih, Sayang,” kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya.
“Kuek! Kuek! Terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan bersama dalam cinta.
Maksud dari cerita bahwa si suami akhirnya sadar adalah: siapa sih yang peduli itu ayam atau bebek? Yang lebih penting adalah keharmonisan mereka, yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang indah itu. Berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele? Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal “ayam atau bebek?”
Ketika kita memahami cerita tersebut, kita ingat apa yang menjadi prioritas kita. Pernikahan jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang benar tentang apakah itu ayam atau bebek. Lagi pula, betapa sering kita merasa yakin, amat sangat mantap, mutlak bahwa kita benar, namun belakangan ternyata kita salah? Lho, siapa tahu? Mungkin saja itu adalah ayam yang direkayasa genetik sehingga bersuara seperti bebek!
(Demi menunjang kesetaraan antar jenis dan menjaga kedamaian hidup sebagai bhikkhu, setiap kali saya menceritakan kisah ini, saya selalu mengubah siapa yang bilang ayam dan siapa yang bilang bebek.)
MEMBUKA PINTU HATI – AJAHN BRAHM (hal 40)


"If you start judging people you will be having no time to love them....."

Manajemen Stress ala Stephen R. Covey : Cara Pandang terhadap Beban Hidup

Dalam sebuah bukunya, Stephen R. Covey mengemukakan sebuah artikel tentang hubungan beban dan stress.
Bukan berat Beban yang membuat kita stress, tetapi lamanya kita memikul beban tersebut. Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?"

Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr."Ini bukanlah masalah
berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." kata Covey.

"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya.Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."

"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey. "Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi". Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.

Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada
dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.

Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya...!!

Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.



Investasi di Reksadana

Beberapa tahun belakangan ini, pensiun dini merupakan satu trend yang banyak dilakukan perusahaan-perusahaan besar dan BUMN. Tujuannya adalah untuk menciptakan suatu rasio pekerja dan volume pekerjaan yang lebih efisien sehingga pada akhirnya tingkat kesejahteraan karyawan dapat pula ditingkatkan.
Pensiun dini sesungguhnya bukan suatu momok yang harus ditakuti bagi mereka yang menerima atau mengajukannya. Pensiun dini bukan akhir berkreatifitas atau berkarya dan menghasilkan. Justru fase ini dapat dijadikan sebagai second start untuk meraih sukses yang lebih dari sebelumnya. Tentunya hal ini harus dibarengi dengan perhitungan dan perencanaan yang cermat. Dana yang diperoleh dari pengajuan pensiun dini pun biasanya relatif besar, terutama bagi mereka yang sebelumnya bekerja di perusahaan yang cukup besar dan bekerja dalam kurun waktu yang relatif lama. Para pemilih pensiun dini tersebut ada yang menggunakan uang pensiun nya sebagai modal untuk usaha atau menambah modal usaha yang selama ini telah mereka rintis. Namun tidak sedikit dari mereka memilih deposito sebagai bentuk investasi untuk mendapatkan hasil dari uang pensiun tersebut karena kurang mampu menciptakan bisnis baru. Tetapi, dalam keadaan perekonomian membaik seperti sekarang ini, deposito tampaknya kalah menarik karena bunganya sangat rendah sementara beban pajaknya cukup tinggi. Meski demikian, masyarakat yang memiliki dana menganggur dan tidak mempunyai keahlian serta bakat berbisnis sesungguhnya tidak perlu risau.
Reksa Dana merupakan media untuk menghimpun dana masyarakat investor yang diinvestasikan kembali ke dalam portofolio efek oleh manajer investasi yang ditunjuk. Reksa dana ini dibentuk oleh manajer investasi dan bank kustodian melalui akta Kontrak Investasi Kolektif. Dengan begitu, pemodal dapat berinvestasi ke berbagai instrumen investasi yang tersedia di pasar seperti misalnya, efek ekuitas, efek utang, dan efek pasar uang. Dalam hal ini pemilik modal tidak perlu repot melakukan pengelolaan portofolio investasinya sendiri, seperti diungkapkan Julia Chandra, Direktur PT Jasa Dana Mandiri dan Niki Marinda dari Konsultan Properti Uni Pro, dalam kondisi perekonomian yang membaik seperti sekarang ini, Reksa Dana akan menjadi alternatif investasi yang lebih menarik. Dalam berinvestasi katanya, agar langgeng, tingkat inflasi dan return-nya setidaknya harus sama atau jika ingin lebih berkembang lagi maka return-nya harus lebih besar. Dalam hal ini Reksa Dana telah menunjukkan keunggulannya dengan memberikan imbalan hasil yang lebih baik. Menurut Julia, selain return-nya yang cukup menarik, Reksa Dana juga memberikan warna investasi yang efisien. Salah satunya adalah dari segi pajak. Sampai saat ini laba yang diperoleh saat penjualan kembali (redemption) unit penyertaan Reksa Dana memang belum menjadi obyek pajak (PPh) sesuai dengan kebijakan pemerintah tentang perpajakan. "Kalaupun nantinya dikenakan pajak, return yang didapat tetap lebih menguntungkan", kata Julia. "Namun seandainya pemerintah menetapkan pajak untuk Reksa Dana tersebut, perlu diberikan tarif yang semenarik mungkin. Sehingga masyarakat tidak tertarik untuk melakukan investasi di luar negeri yang banyak memberi insentif menguntungkan", ujar Julia. Disamping daya tariknya itu kata Julia yang salah satunya menjalankan bisnis jasa tenaga kerja ke HongKong ini, agar investasi Reksa Dana ini aman pemodal harus teliti dalam memilih manajer investasinya serta bank yang menjadi kustodian. Dirinya sendiri lebih tertarik kepada produk Reksa Dana Gebyar Indonesia, karena produk ini dikelola oleh 4 manajer investasi bonafid, yaitu : PT Danareksa Investment Management, PT Panin Sekuritas Tbk., PT Nikko Securities Indonesia, dan PT Schroder Investment Management Indonesia. Bank Custodiannya pun BCA. Bagi Julia yang telah menjadi nasabah BCA Cab. Green Garden belasan tahun ini, BCA merupakan bank yang solid dan pelayanannya sangat menyenangkan. Pada umumnya ada beberapa jenis Reksa Dana yang sudah dipasarkan oleh beberapa bank. Misalnya, Reksa Dana Pasar Uang yang menerapkan investasi pada pasar uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap yang menetapkan investasi mayoritas pada efek utang ( pemerintah/ korporasi). Investor pada kategori Reksa Dana Pendapatan tetap ini termasuk konservatif karena masih mementingkan tingkat pengembalian yang stabil, tetapi mulai dapat menerima resiko investasi. Ada juga jenis Reksa Dana Campuran, yang menerapkan investasi dalam efek ekuitas dan efek utang. Reksa Dana tipe ini merupakan tipe moderat yang ingin memperoleh tingkat pengembalian yang sesuai dengan tingkat resiko. Sementara itu Reksa dana Saham, menerapkan investasi mayoritas pada bentuk efek ekuitas (saham).Jenis investasi ini merupakan yang beresiko tinggi karena adanya fluktuasi atas investasinya, namun dimungkinkan memperoleh hasil yang tinggi pula. Reksadana Gebyar Indonesia adalah merupakan Reksa Dana Pendapatan Tetap, yang melakukan investasi minimum 80 persen pada efek utang (obligasi pemerintah) dan sisanya pada instrumen pasar uang. Imbalan hasilnya tergolong tinggi. Dalam setahun terakhir ( 2004) keuntungannya bisa mencapai lebih dari 9 persen. Reksadana ini memiliki keunggulan bebas biaya pembelian (subscription fee) dan penjualan kembali (redemption fee) di atas 3 bulan. Yang lebih istimewa lagi, pencairan dapat dilakukan setiap saat. Dananya pun aman karena ditempatkan pada obligasi pemerintah RI. Investasi merupakan kunci untuk menjamin agar hidup kita dikemudian hari menjadi lebih aman. Lakukan investasi sekarang juga !

Jumat, 26 September 2008

Kisah Daun Besar dan Daun Kecil

Pada sebatang pohon kecil, hiduplah beberapa daun yang tumbuh bersama. Di antara daun-daun tersebut terdapat sebuah daun yang sangat besar dan kuat.
Daun itu diagung-agungkan karena kekuatannya. Dialah yang dianggap pelindung bagi daun-daun lainnya dari badai, hujan, panas matahari yang
terik, dan bahaya lainnya.

Suatu ketika datanglah musim kemarau yang panjang. Daun-daun di pohon kecil itu mulai layu karena tidak mendapat air dan makanan. Daun besar yang tadinya kuat dan besar mulai terlihat keriput. Ia berusaha melindungi daun-daun lainnya dari matahari yang bersinar sangat terik sehingga daun2 sahabatnya itu tidak kehilangan air lebih banyak lagi. Hari berganti hari, daun besar itu sudah sampai pada puncak usahanya. Ia mulai sobek-sobek sehingga sinar matahari mulai menembusnya. Ia mulai kehilangan kekuatannya dan daun-daun lainnya pun sudah mulai mengabaikannya karena ia tidak kuat lagi seperti dulu.



Beberapa hari kemudian daun besar itu merasa tidak kuat lagi akhirnya ia berkata kepada teman-temannya :
Teman-teman aku tidak lagi mempunyai kekuatan untuk melindungi kalian, aku akan gugur. Selamat tinggal. Setelah berkata demikian akhirnya daun besar itu
pun gugurlah.

Musim kemarau terus berlanjut, daun-daun di pohon kecil itu saling bertahan untuk hidup. Mereka sama sekali sudah melupakan daun besar yang telah berjasa melindungi mereka sehingga mereka dapat bertahan sampai sekarang.

Musim kemarau tidak juga berakhir. Daun-daun di pohon kecil itu sudah mulai kehilangan harapan. Mereka merasa sangat kelaparan, kehausan dan akan mati. Di saat mereka putus asa, tiba tiba dirasakan adanya air dan makanan dari tanah. Mereka terheran-heran akan adanya keajaiban itu. Setelah lama mencari-cari, mereka menyadarinya. Mereka melihat bahwa daun besar itu sudah membusuk dan menghasilkan air dan sari makanan bagi mereka. Akhirnya dengan air dan sari makanan dari daun besar tadi, daun daun di pohon kecil itu berhasil bertahan sampai musim hujan datang.

Daun-daun di pohon kecil itu sangat menyesal karena telah melupakan daun besar itu. Padahal sampai akhir hayatnya daun besar itu tetap menjadi pahlawan bagi daun-daun lainnya.

Renungan bagi kita,
Janganlah menilai seseorang dengan penampilan dan kekuatannya.

Tuhan memberikan bantuan kepada kita melalui siapa saja bahkan melalui orang yang kita anggap telah jatuh dan hina.

Ingatlah rencana Tuhan itu ajaib dan tidak pandang bulu terhadap semua hambanya.

White Swan Online Store