White Swan Online Store

Selasa, 02 Desember 2008

Manfaatkan Kekuatan Visi

“Sayang sekali Pak Disney sudah tiada, sehingga ia tidak bisa melihat kejayaan yang dirintisnya,” demikian komentar seorang teman yang disampaikan kepada isteri Walt Disney. “Tak perlu disayangkan atau disesali, semua kejayaan ini sudah lama ‘dilihat’ oleh Pak Disney sewaktu beliau masih hidup,” begitu jawaban bijak ibu Lily alias Nyonya Disney. Walt Disney memang memiliki visi untuk membangun sebuah taman hiburan yang dapat ‘menghidupkan’ semua karakter dalam film kartun yang diproduksi perusahaannya untuk bertemu secara ‘nyata’ dan menghibur para penggemar. Visi inilah yang menjadi kekuatan di balik kejayaan Walt Disney dengan Walt Disney, Co. nya. Ternyata sebuah visi memiliki banyak kekuatan yang bisa Anda manfaatkan untuk meraih kejayaan.

Kekuatan Sebuah Visi
Belajar dari beberapa tokoh dunia yang visioner, Anda bisa mengambil hikmah dari keteladanan mereka dalam memanfaatkan kekuatan sebuah visi.

Menumbuhkan Keberanian untuk Bertindak
Sheryl Leach, ibu rumah tangga pencipta Barney, memiliki visi untuk menghibur anak-anak dengan tayangan multimedia yang segar dan mendidik. Visi ini sedemikian jelas dan kuat terpetakan di pikirannya sehingga dapat menggerakkan Sheryl untuk mulai melangkah mengambil tindakan menuju upaya mewujudkan visi tersebut. Walaupun pada awalnya tidak tahu banyak tentang dunia bisnis, ibu rumah tangga ini, berani bertindak untuk memulai langkah pertamanya memasuki dunia bisnis edutainment untuk anak-anak. Ketika sudah mulai melangkah, Sheryl belajar banyak dari berbagai sumber. Karena visinya yang jelas tersebut, Sheryl berhasil berbagi visi dan mengajak banyak pihak untuk ikut berkontribusi dan berpartisipasi mewujudkan masa depan yang telah ‘dilihatnya’.

Menguatkan Keyakinan
Seperti juga Sheryl Leach, Martin Luther King Jr. juga memiliki visi yang kuat. Selain menggerakkannya untuk bertindak, visi King ini juga berhasil menguatkan keyakinannya untuk sukses dalam memperjuangkan persamaan hak bagi warga kulit berwarna sebagai warga Negara (antara lain: hak untuk mendapat pendidikan, hak untuk menikmati layanan publik yang sama, hak untuk mendapat pekerjaan). Dengan visi yang jelas dan keyakinan yang teguh ia menyusun rencana, mengatur strategi dan berbagi visi dan keyakinan dengan banyak orang untuk meraih sukses memperjuangkan hak warga kulit berwarna untuk berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan warga Negara lainnya. Keyakinan yang tinggi, perjuangan yang fokus pada upaya mewujudkan visi tersebut berhasil membuahkan hasil nyata yang saat ini bisa dinikmati oleh anak cucunya, dan warga Amerika Serikat pada umumnya. Bahkan dengan visi yang kuat tersebut, Martin telah memberikan inspirasi pada warga dunia untuk menegakkan hak azasi manusia tanpa memandang ras, agama, keturunan, dan latar belakang.

Menggerakkan Kreativitas
Visi juga memiliki kekuatan untuk menggerakkan kreativitas. Hal inilah yang dirasakan oleh Andrew Groove, yang pernah menduduki posisi CEO di Intel. Andy Groove (panggilan akrab Andrew Groove) memiliki visi untuk menjadikan Intel sebagai perusahaan penghasil microprocessor yang selalu tampil terdepan di industri yang ditekuni. Visi ini ditularkan kepada seluruh jajaran dalam perusahaannya sehingga mereka termotivasi untuk selalu dapat berpikir kreatif dan senantiasa menciptakan pembaharuan. Hasilnya? Intel memang termasuk salah satu perusahaan yang tampil ‘unggul’ di industri yang ditekuninya.

Meningkatkan Ketahanan terhadap Krisis
Mungkin banyak orang mengira kesuksesan Walt Disney dapat diraih dengan mudah. Ternyata tidak demikian. Kesuksesan Walt Disney yang memiliki visi menciptakan taman hiburan yang menjadi perpanjangan film animasi kartun yang dihasilkannya tidak diraih begitu saja. Beberapa kali ia gagal membangun perusahaan, bahkan ia sempat berada dititik terendah dalam usahanya, sehingga ia harus kembali pulang ke California setelah mengalami kebankrutan di New York. Tapi visinya yang kuat tidak membuatnya menyerah. Dalam perjalanan kereta api kembali dari New York, ia tetap memutar otak dan memacu kreativitasnya untuk berkarya. Disinilah akhirnya ia berhasil menciptakan karakter legendaris Micky Mouse yang tadinya akan diberi nama Mortimer Mouse.

Menghasilkan Maha Karya
Oprah Winfrey, sang inovator di dunia media elektronik, memiliki visi mempersembahkan yang terbaik yang dapat memberi inspirasi dan membawa perubahan positif bagi banyak orang. Visi inilah yang menjadi pedoman bagi Winfrey dalam mengambil setiap keputusan baik untuk kepentingan pribadi maupun bisnis. Dengan berpedoman pada visinya ini Oprah Winfrey juga tidak pernah ragu untuk membatalkan sebuah tayangan bila ternyata setelah dievaluasi bukan merupakan hasil karya terbaik. Hal ini juga terjadi pada buku otobiografi yang ditulisnya. Oprah membatalkan peluncuran buku otobiografinya karena ia menganggap bahwa buku tersebut belum sepenuhnya selesai dan bukan merupakan karya terbaiknya. Tindakan ini menunjukkan komitmen Oprah untuk selalu memberikan yang terbaik bagi orang banyak.

Mengukir Keabadian
Tjut Njak Dhien, Mahatma Gandhi, Ibu Teresa. Pasti Anda sudah mengenal tiga tokoh ini. Ketiga orang dari latar belakang yang berbeda ini memiliki satu kesamaan: mereka memiliki visi yang kuat. Mereka mampu melihat ke masa depan yang ingin mereka ciptakan. Dengan visi ini mereka menjalani hidup yang menjadi inspirasi dan membawa perubahan bagi banyak orang. Visi dan perubahan ini juga dapat melampaui waktu, bahkan melampaui periode hidup mereka, sehingga sampai kapanpun karya dan keteladanan mereka akan tetap abadi karena akan selalu diingat banyak orang dan tercatat dalam sejarah umat manusia.

Visi Yang Memiliki Kekuatan
Visi yang bagaimana yang memiliki kekuatan dahsyat untuk mendorong Anda mengukir kejayaan yang berkelanjutan tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga meluas bagi banyak orang? Selain visi yang jelas dan yang Anda yakini sepenuh hati, visi tersebut harus memiliki paling sedikit dua ciri berikut.

#1 Melampaui Nilai Uang
Ward Kimball, animator yang bekerja untuk Disney, dalam buku yang ditulis oleh Kathy M Jackson mengungkapkan bahwa rahasia sukses Walter E. Disney adalah bahwa Disney tidak pernah mencoba untuk mengeruk keuntungan finansial. Disney tidak mengaitkan visinya dengan uang. Ia mengaitkan visinya dengan keinginannya yang kuat untuk ‘menghidupkan’ karakter tokoh kartunnya dalam berbagai bentuk hiburan (film, souvenir, dan juga taman hiburan) untuk dinikmati banyak orang.

#2 Melampaui Kepentingan Diri Sendiri
Coba Anda perhatikan semua tokoh yang telah melegenda dan tercatat dalam sejarah umat manusia, misalnya Kartini, Teguh Karya dan Romo Mangun di tingkat nasional, serta Florence Nightinggale, dan Alfred B Nobel di tingkat dunia. Nama dan hasil karya mereka melegenda dan menjadi ‘abadi’ karena mereka memiliki visi yang melampaui kepentingan diri mereka sendiri. Dengan visi yang meniupkan angin perubahan positif bagi kepentingan banyak orang, hasil karya mereka tak pernah mati, bahkan berkelanjutan melampaui banyak generasi.
Nah, bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda memiliki visi? Jika sudah, manfaatkan kekuatannya. Jika belum, tak ada kata terlambat untuk memulainya. Sebagai langkah awal Anda bisa meneladani tokoh-tokoh di sekitar Anda yang Anda kagumi dan yakini kualitas positifnya.

Ingin Sukses? Jadilah " Konsultan" !

Jadi konsultan supaya sukses? Apakah memang harus begitu? Bagaimana jika saat ini kita ”bukan seorang konsultan”, melainkan seorang karyawan sebuah perusahaan, ataupun seorang pemilik perusahaan yang tidak berhubungan dengan usaha konsultasi? Apakah berarti kita harus berubah haluan bisnis? Menurut John La Valle seorang konsultan bisnis, apa pun pekerjaan yang kita lakukan, jika ingin sukses, kita harus bertindak sebagai seorang konsultan. Apa yang dilakukan konsultan? Apa prinsip yang diterapkan oleh seorang konsultan untuk meraih sukses? Simak yang berikut.

APA YANG DILAKUKAN SEORANG KONSULTAN?
Mengidentifikasi dan mendiagnosis masalah.
Kita datang kepada seorang konsultan karena kita memiliki masalah. Untuk masalah fisik, kita pergi ke dokter. Untuk masalah psikis, kita pergi ke psikolog atau psikiater. Untuk masalah hukum, kita mengunjungi ahli hukum. Untuk masalah keuangan, kita pergi ke konsultan keuangan. Jadi, seorang konsultan senantiasa bergelut dengan masalah para pelanggannya. Lalu, apa yang dilakukan selanjutnya? Tentu saja mendiagnosis masalah tersebut: kapan masalah muncul, apa saja gejalanya, apa pemicunya, mengapa demikian. Diagnosis menyeluruh secara objektif ini dilakukan untuk mengidentifikasi akar masalah yang dihadapi ”pasien”. Dalam setiap pekerjaan, kita pasti menghadapi masalah. Jika ingin sukses, jangan lari dari masalah tersebut. Jangan pula mencoba untuk menutup-nutupinya. Sebaliknya, tangani masalah dengan sikap seorang konsultan. Diagnosis gejalanya secara menyeluruh untuk mengidentifikasi akar permasalahan yang dihadapi.

Menawarkan opsi jalan keluar.
Jika akar permasalahan sudah berhasil ditemukan, akan lebih mudah bagi seorang konsultan untuk menawarkan opsi jalan keluar ataupun penyembuhan dari masalah yang dihadapi pelanggan. Seorang konsultan yang baik umumnya tidak memaksakan satu opsi jalan keluar. Ia akan membantu pelanggan untuk memilih satu opsi dari beberapa alternatif jalan keluar yang ditawarkan. Tiap alternatif diikuti dengan konsekuensi yang mengikutinya sehingga pelanggan lebih siap untuk memilih yang terbaik. Demikian pula dengan apa yang bisa kita lakukan di tempat kerja. Dalam memikirkan dan menawarkan jalan keluar, kita harus mempertimbangkan berbagai aspek yang terkait dalam tiap solusi agar solusi bisa dijalankan dengan sukses. Jika kita bisa diandalkan untuk memberikan jalan keluar, pasti kita akan mendapat perhatian dan dukungan dari banyak orang untuk meraih sukses. Misalnya, jika kita bergerak di bidang asuransi, tawarkanlah berbagai opsi perlindungan untuk masa depan (perlindungan terhadap kesehatan, hari tua, pendidikan anak). Jika kita bergerak di industri sepatu olahraga, tawarkanlah opsi berolahraga dan bergerak dengan nyaman dan sehat melalui sepatu yang kita produksi. Fokus pada satu keunggulan. Menurut Vince Lombardi, mutu kehidupan seseorang ditentukan oleh kedalaman komitmen orang tersebut pada satu keunggulan, apa pun bidang yang dipilihnya. Demikian pula dengan seorang konsultan. Konsultan mempunyai spesialisasi terhadap satu bidang, dan berusaha menjadi unggul dalam bidang tersebut. Banyak orang sukses yang fokus pada satu keunggulan, sehingga ia menjadi sangat baik pada bidang tersebut. Misalnya: Leonardo da Vinci yang memiliki berbagai talenta, memfokuskan diri untuk unggul pada karya seni. Bagaimana dengan kita? Kita harus segera memutuskan untuk menjadi yang terbaik pada apa pun bidang yang telah kita pilih untuk kita tekuni. Komitmen yang kuat untuk menjadi sangat baik atas apa yang kita kerjakan, dapat menjadi titik yang menentukan untuk meraih sukses dalam hidup kita.

Menjadikan segalanya lebih baik.
Walaupun segala sesuatu sudah berjalan baik (tidak ada masalah), bukan berarti tidak ada kesempatan untuk menjadikannya lebih baik: lebih mudah, lebih sederhana, lebih cepat selesai, lebih banyak, lebih unggul dalam kualitas, ataupun lebih praktis. Pada prinsipnya, seorang konsultan diharapkan dapat menawarkan perubahan ke arah yang lebih baik. Bagaimana penerapannya dalam pekerjaan kita sehari-hari? Jangan puas terhadap apa pun yang ada saat ini. Pastikan bahwa kita senantiasa menggulirkan perubahan ke arah yang lebih baik: menjadikan proses kerja lebih cepat, hasil kerja lebih baik, pesanan lebih banyak, keuntungan lebih besar.

APA PRINSIP SEORANG KONSULTAN YANG SUKSES?
Tidak mudah memang untuk bertindak sebagai seorang konsultan untuk meraih sukses. Seringkali kita cenderung untuk sebagai seorang ”diktator” yang ingin memaksakan kehendak, dan memfokuskan pada kepentingan sendiri, bukan kepentingan ”pelanggan” yang kita layani. Untuk dapat bertindak sebagai seorang konsultan yang sukses, ada lima prinsip dasar yang bisa kita terapkan, yaitu:
#1 Masalah adalah kesempatan.
Mendengar kata masalah saja, banyak orang sudah gemetar. Jika mungkin, banyak orang yang ingin lari saja dari masalah, atau jika masalah tidak terhindarkan, masalah tersebut disembunyikan dari publik. Tidak demikian dengan seorang konsultan. Konsultan bahkan ”hidup” dari masalah. Bagi seorang konsultan, masalah adalah kesempatan yang membuka jalan untuk berbisnis dan meraih sukses. Jadi, ketika menghadapi masalah, seorang konsultan akan tertantang untuk menyelesaikannya. Jika ingin sukses seperti seorang konsultan, jangan takut terhadap masalah.

#2 Solusi adalah keunggulan.
Jika masalah adalah kesempatan untuk berbisnis guna meraih sukses, maka bagi seorang konsultan, solusi adalah ”keunggulan” yang bisa ditawarkannya bagi pelanggan. Jadi, solusi memegang peran penting dalam berbinis. Pentingnya peranan sebuah solusi yang ditawarkan, menjadikan seorang konsultan menaruh perhatian besar untuk senantiasa menawarkan solusi yang unggul, yang lebih unggul dari para pesaingnya di industri yang sama. Untuk itu, seorang konsultan bersedia mendedikasikan tenaga, pikiran, dan sarana untuk mendapatkan solusi yang terbaik bagi masalah yang dihadapi oleh pelanggan. Demikian pula dengan kita yang ingin meraih sukses. Kita harus berusaha menawarkan solusi yang terbaik (bukan yang biasa-biasa saja).
#3 Pengetahuan adalah aset.
Agar dapat menawarkan solusi yang unggul, diperlukan pengetahuan yang kaya terhadap setiap permasalahan yang dihadapi. Jadi, pengetahuan harus senantiasa di-upgrade (diperbarui, dilengkapi, dan ditingkatkan), agar keunggulan dalam memberikan solusi bisa selalu terjaga. Bagaimana caranya? Tentu saja dengan pembelajaran berkelanjutan. Banyak yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan pengetahuan, antara lain: bergabung dengan 10% yang terbaik di bidang yang kita tekuni, membaca berbagai jenis bacaan yang langsung terkait dengan bidang kita, menghadiri berbagai diskusi, pelatihan, seminar yang menunjang keahlian kita, ataupun bersikap terbuka untuk belajar dari orang lain. Semakin banyak pengetahuan kita, semakin luas wawasan kita, semakin tajam analisis kita, maka semakin unggul solusi yang kita tawarkan. Dengan demikian semakin percaya orang lain akan kualitas kita untuk menawarkan solusi.
#4 Pertanyaan adalah senjata.
Bagi seorang konsultan yang senantiasa bergelut dengan berbagai masalah yang dihadapi oleh kliennya, pertanyaan adalah senjata yang ampuh untuk mendapatkan solusi. Seorang konsultan akan terus bertanya ”Mengapa?” tidak hanya satu kali, tetapi beberapa kali, sampai tidak ada lagi yang bisa dipertanyakan. Setiap pertanyaan membuka kesempatan untuk menemukan alternatif jalan keluar. Pertanyaan bisa ditujukan pada diri sendiri, orang lain, ataupun pelanggan. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini menjadikan segalanya lebih jelas, sehingga lebih mudah untuk menyusun strategi mencari jalan keluar. Sikap ”ingin tahu” yang melahirkan serentetan pertanyaan perlu kita adopsi untuk melengkapi kita dengan senjata pengetahuan yang unggul.
#5 Kepercayaan adalah modal usaha.
Kepercayaan adalah modal utama dari sebuah usaha konsultasi. Tanpa adanya rasa percaya pelanggan pada konsultan, usaha ini akan hancur. Masyarakat akan menghubungi seorang konsultan, karena ada rasa percaya pada konsultan tersebut. Untuk itu, seorang konsultan akan senantiasa memupuk kepercayaan dengan bertindak profesional dan menunjukkan integritas yang tinggi. Ia tidak akan berbohong hanya untuk mendapatkan uang semata. Ia juga tidak akan mengorbankan kualitas karena mengejar kuantitas ataupun target bisnis semata. Jika memang ada masalah yang sulit diselesaikannya sendirian, pasti ia akan merekomendasikan klien untuk menghubungi ahli lain yang bisa membantu klien tersebut. Konsistensi dalam perkataan dan perbuatan juga dilakukan untuk memupuk kepercayaan. Demikian pula dengan kita di tempat kerja. Untuk membuat orang lain mendukung kita, kita perlu menjadikan kepercayaan sebagai modal usaha. Menurut Brian Tracy, seorang konsultan bisnis yang sukses, kita sebaiknya jangan pernah melakukan atau mengatakan sesuatu yang tidak kita yakini sebagai hal yang benar, baik, dan jujur. Kita juga dianjurkan untuk tidak mengkompromikan integritas kita demi apa pun, dan agar kita bertindak sesuai dengan standar tertinggi yang kita kenal. Jadi, untuk meraih sukses, kita perlu mengambil keputusan untuk secara konsisten menjunjung tinggi integritas kita yang dapat menumbuhkan kepercayaan orang lain pada kita. Apa pun bidang usaha yang kita tekuni, apa pun produk ataupun jasa yang kita tawarkan, kita perlu mengadopsi sikap seorang konsultan dan prinsip dasar yang diterapkannya. Dengan bertindak sebagai seorang konsultan, kita bisa meraih sukses dengan menjadikan produk dan jasa yang kita tawarkan bukan semata sebagai ”barang dagangan”, tetapi sebagai solusi atas masalah yang dihadapi pelanggan. Selamat mencoba.

Kesederhanaan Bisnis yang Membawa Kemenangan

Jack Trout, pakar pemasaran tingkat dunia, percaya pada kekuatan dari kesederhanaan (the power of simplicity). Menurut Trout, orang atau perusahaan yang menerapkan prinsip kesederhanaan justru akan meraih sukses. Dalam pengamatannya, pada prinsipnya manusia menginginkan kesederhanaan (simplicity), dan menghindari kerumitan (complexity). Namun, kenyataannya, masih banyak orang dan perusahaan yang tetap mempraktikkan kerumitan. Lalu bagaimana menerapkan kesederhanaan yang meraih kemenangan?
Simak yang berikut. Semua orang menginginkan kesederhanaan. Alasannya? Sederhana saja: Kesederhanaan mudah dipahami dan dilakukan, sebaliknya, kerumitan membutuhkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk memahaminya. Lalu, kesederhanaan yang seperti apa yang membawa kemenangan?

Kesederhanaan dalam Produk.
Semakin rumit produk, semakin canggih image-nya, dan semakin laku produk tersebut di pasar. Ini anggapan banyak perusahaan. Tetapi kenyataannya tidak demikian. Produk-produk yang rumit menyusahkan konsumen dalam menggunakannya, sehingga konsumen pun tidak akan membeli lagi produk tersebut untuk kali berikutnya.
Misalnya saja Santi yang membeli sebuah produk telepon genggam dari sebuah merek tertentu. Produk ini terlalu canggih untuk Santi dan tidak user-friendly (lebih mudah digunakan). Santi lalu menjual kembali produk tersebut dan membeli produk yang lain yang lebih user-friendly. Hal ini berlaku pula dengan variasi produk. Banyak perusahaan yang beranggapan bahwa semakin bervariasi produk yang dijual, semakin besar kemungkinan perusahaan untuk meningkatkan penjualan. Lalu mereka pun memperkaya variasi produk yang ditawarkan kepada konsumen dengan harapan akan semakin banyak konsumen yang terjaring. Ternyata, dengan makin banyaknya produk, konsumen semakin bingung. Hal ini disadari oleh Proctor and Gamble, perusahaan yang memproduksi barang-barang konsumen. Untuk mempraktikkan prinsip kesederhanaan, Proctor and Gamble memangkas variasi produk yang ditawarkannya kepada konsumen secara signifikan. Dan mereka pun berhasil meningkatkan volume penjualan secara total, karena mereka membantu konsumen dengan mempersempit pilihan menjadi beberapa variasi saja, bukannya puluhan atau ratusan variasi sampo atau sabun.

Kesederhanaan dalam Produksi.
Bergerak dalam industri yang sama, pasti juga melibatkan bahan-bahan produksi dan proses produksi yang serupa. Ini yang dialami oleh Papa John’s Pizza. Di bidang penjualan makanan, Papa John’s Pizza dipilih oleh majalah Restaurant and Institution sebagai jaringan pizza terbaik di Amerika Serikat. Apa rahasianya? Penyederhanaan tidak saja dalam variasi produk, tetapi juga dalam proses produksi dan bahan yang digunakan. Dengan memfokuskan pada jenis pizza klasik, bahan-bahan yang dipergunakan pun tidak terlalu rumit, sehingga lebih mudah mengawasi pemilihan bahan yang berkualitas. Karena variasi produk yang juga lebih sederhana, pembuatan pizza bisa lebih terkonsentrasi pada beberapa cara saja, sehingga pengerjaannya bisa lebih cepat. Hal ini tentu saja menguntungkan perusahaan dan juga konsumen yang menikmatinya.

Kesederhanaan dalam Penjualan.
Dengan semakin sengitnya persaingan di industri telepon selular, terutama provider telekomunikasi di Indonesia, maka para pemain di industri ini, semakin berlomba menyederhanakan proses penjualan voucher. Yang tadinya sangat rumit, menjadi semakin sederhana. Pada awalnya calon pelanggan sebuah provider telekomunikasi harus datang sendiri ke outlet penjualan, menyampaikan copy kartu identitas, rekening bank tiga bulan terakhir, dan rekening listrik tiga bulan terakhir. Pembayaran pulsa pun dilakukan melalui transfer di Bank. Sekarang, pembeli tidak perlu lagi meluangkan waktu memfotokopi dan menyerahkan identitas dan surat-surat pengenal lainnya. Mereka cukup membeli kartu perdana prabayar. Setelah pulsa menipis, mereka pun tak perlu pergi ke bank, melainkan tinggal mengunjungi ATM terdekat. Bahkan beberapa provider memberikan kemudahan pengisian pulsa melalui telepon genggam, dan juga kemudahan bagi seseorang untuk berbagi pulsa dengan yang lainnya.

Kesederhanaan dalam Pelayanan.
Biasanya untuk melakukan perjalanan dengan pesawat terbang, calon penumpang harus pergi ke Bandara atau agen perjalanan untuk booking dan pembelian tiket. Mereka harus check in dengan membawa tiket yang mereka beli. Untuk itu, mereka harus datang satu jam sebelumnya untuk penerbangan dalam negeri, dan dua jam sebelumnya untuk penerbangan luar negeri. Mereka juga harus menunggu cukup lama ketika makanan dinaikkan ke dalam pesawat.
Semua permasalahan ini ternyata dipahami benar oleh Southwest Airline, salah satu perusahaan penerbangan terlaris di Amerika Serikat. Perusahaan ini kemudian menyederhanakan penjualan tiket (melalui internet, dan calon penumpang bisa langsung mencetak tiket mereka melalui printer di tempat mereka masing-masing). Jadi, mereka tidak perlu ke counter check in di bandara, dan tidak perlu datang terlalu pagi (mereka masih bisa melakukan kegiatan yang lainnya sebelum berangkat ke bandara). Mereka juga tidak perlu menunggu terlalu lama bagi hidangan yang harus dinaikkan ke dalam pesawat (karena memang hidangan tidak diberikan). Bandara yang digunakan oleh perusahaan penerbangan ini juga merupakan bandara yang tidak terlalu sibuk (bukan bandara utama di provinsi yang bersangkutan di USA). Dan semua perjalanan, tidak diperumit dengan transit, tetapi merupakan perjalanan yang langsung ke destinasi (tempat tujuan). Karena kesederhanaannya ini, Southwest Airlines banyak dipilih oleh konsumen, dan banyak ditiru oleh pemain lain di industri yang sama, baik di dalam maupun di luar negeri.

MODAL DASAR UNTUK MENERAPKAN KESEDERHANAAN
Untuk menerapkan kesederhanaan ternyata tidaklah sesederhana yang dibayangkan. Implementasi kesederhanaan memerlukan modal dasar berikut.

Mencintai Pekerjaan.
Orang yang mencintai pekerjaan, akan berusaha sedemikian rupa sehingga pekerjaannya tersebut lebih mudah dan lebih menyenangkan untuk dilaksanakan. Jika pekerjaan sudah dirasakan menyenangkan, maka segala sesuatunya menjadi lebih mudah untuk diselesaikan. Tanpa rasa cinta yang tinggi terhadap pekerjaan, akan sulit bagi seseorang untuk berhenti sejenak mencari cara jitu untuk menyederhanakan pekerjaan, yang nantinya memberi kemungkinan untuk bekerja dan mendapatkan apa yang dibutuhkan.
Cinta kepada pekerjaan juga akan mendorong seseorang untuk membuat orang lain mencintai pekerjaan yang sejenis dan terutama dapat menikmati hasil karyanya. Sam Walton, pebisnis di bidang ritel, sangat mencintai pekerjaannya, sehingga ia bersedia berkunjung dari satu cabang ke cabang lainnya untuk berdialog dengan konsumen dan mengidentifikasi keinginan konsumen yang sebenarnya.

Memahami Orang Lain.
Dengan memahami orang lain ataupun perusahaan lain (baik sebagai distributor, maupun pelaku bisnis), kita dapat lebih mudah menentukan cara pelayanan yang paling baik (yang tidak rumit) untuk pelanggan. Pemahaman ini mencakup pemahaman terhadap sikap orang (terutama yang positif karena lebih menyenangkan untuk didengar), dan perilaku mereka. Pemahaman ini mendorong kita untuk berputar otak dan memahami situasi yang kita alami.

Menguasai sampai ke Akarnya.
Kesederhanaan muncul dari kemampuan yang dalam sampai ke akarnya. Hanya dengan pengetahuan yang seperti inilah, bisa kita dapatkan intisari dari “produk, proses produksi, penjualan” dan membuatnya lebih lebih sederhana dan lebih mudah dipahami oleh target audience. Penguasaan yang komprehensif terhadap bidang yang menjadi tanggung jawab kita membuat kita lebih percaya diri, lebih mampu, sehingga lebih mudah meyakinkan masyarakat, terutama calon pembeli, untuk membeli produk kita.

Memiliki Mentalitas Berbagi Sukses.
Apa pun yang kita lakukan dengan tujuan untuk membantu agar orang lain juga bisa merasakan kesuksesan (misalnya: dengan telepon, pelatihan, dan rapat-rapat reguler yang bisa dijadikan ajang menggodok masalah ataupun kondisi yang lebih rumit, pasti akan membuahkan sukses.) Dengan mentalitas berbagi sukses ini, otomatis kita akan berusaha agar kesuksesan yang kita raih lebih mudah dipahami. Hal ini juga telah dipraktikkan oleh Brainy Wise, wanita yang sekarang telah menduduki kursi teratas di bidang pemasaran di tempat ia bekerja. Dengan mentalitas ini, kita dipacu untuk berpkir kreatif agar kita dan mitra kerja sama kita bisa menikmati sukses bersama. Jika sukses telah diraih, kepuasan berhasil diasah, maka kemungkinan besar konsumen pun tidak sabar untuk berkunjung ke perusahaan.

Sudahkah Anda dan perusahaan Anda menerapkan kesederhanaan? Di tengah era persaingan yang sangat ketat, dunia yang terus bergolak, kita dituntut untuk hidup sederhana. Caranya: buatlah produk, produksi, dan prosedur/proses yang Anda jalani menjadi sederhana tidak saja dalam variasi produk. Selanjutnya, jangan lupa memupuk modal dasar kesederhanaan yang diperlukan. Selamat mencoba.

Kekuatan ”Superitualitas” dalam Bisnis

Di abad ”super” seperti sekarang ini (yaitu: perubahan di segala bidang yang supercepat, perkembangan teknologi yang supercanggih, persaingan yang superkuat, kejahatan yang supermerajalela) dibutuhkan juga seorang pelaku bisnis yang berkualitas super. Selama pelaku bisnis masih mengandalkan diri sendiri, kualitas super tidak akan pernah didapatkan. Akibatnya mereka menjadi superstres, superbingung, dan superputus asa. Lalu, apa yang harus dilakukan?
Rick Warren (The Purpose Driven Life), dan Laura Nash dan Scotty McLennan (Church on Sunday, Work on Monday), mengusulkan pelaku bisnis untuk menggunakan senjata ampuh bernama ”nilai spiritualitas” untuk menjawab tantangan berbagai tuntutan ”super” di dunia bisnis. Nilai-nilai ini berakar dari nilai-nilai religi.

”Superitualitas” dalam Tujuan
Manusia tanpa tujuan adalah ibarat sebuah kapal tanpa kemudi, demikian yang dikatakan oleh Thomas Carlyle. Rick Warren dalam bukunya The Purpose Driven Life melengkapi pernyataan Carlyle dengan mengatakan bahwa tanpa tujuan, kehidupan tidak memiliki makna. Tanpa makna kehidupan tidak memiliki harapan. Tanpa harapan tidak ada kehidupan, karena harapan bagi kehidupan sama pentingnya dengan udara dan air bagi kehidupan. Jadi, tujuan erat kaitannya dengan eksistensi hidup, karena tujuan hidup kita memberi makna bagi kehidupan kita.

Tujuan memberi energi.
Tujuan yang kuat akan memberikan energi yang kuat untuk beraktivitas. Dengan memiliki tujuan hidup, bangun pagi menjadi lebih bergairah; kesulitan bukan merupakan hambatan melainkan menjadi tantangan untuk diatasi; pekerjaan bukan merupakan beban, melainkan menjadi kesempatan dan anugerah. Dengan tujuan segalanya menjadi lebih indah. Semakin jelas tujuan, semakin besar harapan yang dimunculkan, dan semakin kuat energi yang dibangkitkannya.

Tujuan memudahkan hidup.
Tujuan akan membantu kita untuk memilih mana yang harus dilakukan, mana yang harus menjadi prioritas. Dengan demikian kita tidak menjadi bingung ketika dihadapi berbagai pilihan. Tujuan akan membantu kita untuk mengambil keputusan untuk memilih yang terbaik bagi kita. Selama satu pilihan membantu kita untuk mencapai tujuan hidup kita, maka pilihan itulah yang harus kita ambil dan jalankan. Sebaliknya, jika suatu alternatif tidak terkait dengan tujuan hidup, kita tidak perlu mengambil alternatif tersebut.

Tujuan memberi fokus.

Tujuan membantu kita untuk lebih memusatkan perhatian, pikiran, dan energi pada segala sesuatu yang langsung berhubungan dengan pencapaian tujuan. Kondisi ini membantu kita menjadi lebih fokus dan selektif dalam mengambil tindakan. Tanpa tujuan yang jelas, kita akan menghabiskan waktu dan energi berganti-ganti arah hidup: berganti profesi, pekerjaan, hubungan, atau lingkungan. Dengan tujuan yang jelas, kita akan lebih fokus pada tindakan pencapaian tujuan. Dengan demikian, kita bisa mengumpulkan kekuatan tenaga, pikiran, dana, dan sarana untuk mewujudkan tujuan hidup tersebut.
Kekuatan yang terpusat merupakan kekuatan yang dahsyat untuk menggerakkan hidup. Seperti halnya cahaya yang terpusat bisa menimbulkan api, kekuatan yang terpusat bisa menimbulkan energi yang dahsyat untuk meraih tujuan hidup. Orang-orang sukses dari dulu sampai sekarang adalah orang-orang yang hidupnya memiliki fokus, sehingga mereka menjadi unggul pada aspek yang menjadi fokus mereka. Keunggulan inilah yang membuat mereka menjadi luar biasa dan membedakan mereka dari orang-orang biasa.

Cara Menentukan Tujuan
Seringkali sulit bagi kita untuk menentukkan tujuan hidup. Walaupun telah banyak buku yang ditulis untuk kita gunakan sebagai panduan merumuskan tujuan hidup, tetap saja tidak mudah bagi kita untuk melakukannya. Rick Warren mempunyai usulan yang sederhana namun ampuh dalam membantu kita mengidentifikasi tujuan yang dapat membuat hidup kita lebih bermakna.
Setiap orang diciptakan untuk suatu misi. Jika berbagai buku bisnis dan manajemen mengusulkan kita untuk memulai dari diri sendiri dalam proses pencarian tujuan, maka Rick Warren mengusulkan kita untuk memulai dari Sang Pencipta. Setiap benda diciptakan oleh sang pencipta untuk tujuan tertentu. Benda ini baru bermanfaat jika digunakan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan oleh sang pencipta. Misalnya, televisi akan optimal pemanfaatannya jika digunakan sebagai sumber informasi dan hiburan yang disampaikan secara audio-visual elektronik bukan sebagai kotak penyangga, ataupun meja dan tempat duduk.
Demikian juga dengan manusia. Setiap orang, siapa pun dia, diciptakan oleh Sang Pencipta untuk suatu misi tertentu. Agar hidup orang tersebut bermakna secara optimal, maka ia harus tahu misi hidupnya. Caranya? Mudah saja, tanyakan langsung pada Sang Pencipta. Jika manusia secara bersungguh-sungguh bertanya pada Sang Pencipta dalam proses pencarian misi hidupnya, maka Sang Pencipta pasti akan menunjukkan misi hidup orang tersebut.
Setiap orang diciptakan secara unik. Sang Pencipta memberikan keunikan bagi setiap orang. Keunikan inilah yang perlu diamalkan untuk membuat hidup menjadi lebih bermakna. Keunikan bisa dilihat dalam berbagai aspek, antara lain talenta, kepribadian, latar belakang, kemampuan, kelebihan, potensi seseorang yang dapat dikontribusikan kepada lingkungan sekitarnya. Jika kita masih belum bisa melihat dan menemukan keunikan tersebut, kita bisa kembali lagi pada Sang Pencipta dengan menanyakan kepadaNya untuk menunjukkan kepada kita keunikan apa yang telah diciptakanNya untuk kita.

Cara Pandang ”Superitualitas”
Cara pandang lama dalam berbisnis (profit taking, fierce competition, performa keuangan, dan perebutan kekuasaan) telah menjerumuskan para pelaku bisnis dalam kehidupan yang penuh ketegangan, dan keputusasaan. Cara pandang ini harus dibuang jauh-jauh dan diubah dengan cara pandang baru. Laura Nash dan Scotty McLennan dalam buku mereka Church on Sunday, Work on Monday mengusulkan berbagai cara pandang baru yang berakar dari nilai-nilai spiritual yang universal.

Profit Sharing.
Untuk sukses dalam berbisnis, pelaku bisnis perlu dukungan banyak pihak. Pihak-pihak ini hanya akan memberi dukungan jika mereka mendapat manfaat dari upaya mereka mendukung pelaku bisnis tersebut. Untuk itu dalam berbisnis, paradigma profit taking (hanya memikirkan profit bagi diri sendiri), perlu diubah menjadi profit sharing: ”memberi” profit bagi pihak-pihak terkait yang membantu kelancaran operasional usaha, yaitu: karyawan (misalnya dengan memberi opsi saham, atau berbagai jenis kemudahan dan insentif), supplier dan distributor (dengan penetapan harga istimewa, pemberian kontrak kerja jangka panjang, dan pemberian bantuan teknis operasional untuk kelancaraan usaha).

Sinergi.
Jika dulu berkerja sama dengan pesaing dianggap tabu, maka hal ini tidak lagi berlaku. Dengan cara pandang baru, para pesaing bisa bekerja sama secara positif untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal. Misalnya dengan bersinergi pada aspek-aspek yang dapat memberikan manfaat optimal bagi pihak-pihak yang terlibat dalam kerja sama positif tersebut. Misalnya saja dengan membentuk kawasan bisnis bersama (contohnya: membuka pasar bersama, seperti pusat penjualan barang-barang elektronik di Glodok, pusat penjualan kerajinan tangan daerah di Pasar Beringharjo, Yogyakarta), menetapkan harga bersama yang dapat mempertahankan eksistensi industri (dengan membentuk asosiasi pengusaha di industri yang sama, misalnya: OPEC), dan bersinergi dalam memberikan fasilitas bersama bagi pelanggan (ATM bersama).

Power Sharing.
Dulu kekuasaan ada di tangan puncak pimpinan dalam suatu perusahaan. Sekarang, kondisi ini perlu berubah, karena dalam mengendalikan kegiatan bisnis, pimpinan puncak suatu perusahaan tidak dapat bergerak tanpa dukungan seluruh jajaran dalam perusahaan. Seorang atasan juga tidak bisa lagi bekerja sendirian.
Satu departemen ataupun bagian memerlukan dukungan dari bagian lainnya. Kondisi pasar yang superkompleks dengan perubahan yang supercepat mengharuskan para pelaku bisnis bekerja dalam tim (tidak menitikberatkan pada kekuatan satu orang atau satu bagian saja). Satu tim yang kuat terdiri dari anggota-anggota yang kuat. Untuk itu para anggota tim harus saling memberdayakan anggota tim lainnya, sehingga secara bersama-sama dapat memberikan kontribusi dengan kualitas dan kuantitas yang lebih optimal bagi perkembangan perusahaan.

Ethical Performance.
Berbagai kasus besar di dunia bisnis (misalnya: Kasus Enron dan Worldcom) yang merebak beberapa waktu lalu, telah memacu perubahan paradigma dalam ukuran sukses suatu perusahaan. Jika dulu prestasi finansial dijadikan patokan dasar satu-satunya untuk mengukur kesuksesan suatu bsinis, sekarang kriteria ini perlu dilengkapi dengan standar etika yang dijadikan kompas penunjuk arah sukses suatu perusahaan. Perusahaan dengan standar implementasi etika yang tinggi dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk berbinis dengan perusahaan tersebut.

Ingin sukses di dunia yang semakin serba ”super”? Kita memerlukan kekuatan ”super”, yaitu kekuatan yang bukan berakar dari fisik kita sebagai manusia, tetapi kekuatan yang berasal dari nilai-nilai yang ”super”, yaitu nilai-nilai spiritual. Dari pembahasan dalam artikel ini terlihat bahwa nilai spiritual bukanlah merupakan hal yang aneh ataupun baru. Nilai-nilai ini sudah lama ada, namun selama ini masih sering dipisahkan implementasinya dari dunia bisnis, padahal nilai-nilai ini memiliki kekuatan yang ”super” untuk menjawab revolusi perubahan yang terjadi di dunia bisnis. Selamat mencoba!

Jumat, 28 November 2008

Investasi Emas Berjangka

Mendulang Emas di Bursa Berjangka
Emas merupakan jenis komoditas logam mulia berharga. Masyarakat Indonesia umumnya mengenal dekat sarana investasi ini. Sebagian dari mereka memilih emas sebagai sarana investasinya. Mereka melihat emas bukan saja sebagai sarana investasi akan tetapi juga sebagai tanda tingkat sosial individu di lingkungan sekitar. Walau pengetahuan mereka terbatas hanya bentuk investasi emas dasar (dalam bentuk perhiasaan) akan tetapi mereka sudah bisa melihat bahwa emas merupakan sarana investasi yang baik buat mereka dalam jangka panjang. Umumnya, mereka yang menginvestasikan dananya dalam bentuk emas, pasti menginginkan keuntungan, yaitu dengan mendapatkan selisih dari harga beli dan jual. Misalkan, Anda membelinya di harga Rp 250,000/gramnya, Anda akan menjualnya bila harganya naik menjadi Rp 252,000/gram. Ini yang umum dilakukan. Dengan bantuan teknologi, emas bisa diperjualbelikan sebagai komoditas di perdagangan berjangka (future trading/margin trading). Artinya Anda tidak memegang fisik dari emas yang Anda beli, tetapi hanya memiliki bukti administrasi atas kepemilikannya. Hebatnya lagi dengan berinvestasi dalam bursa berjangka, Anda tak harus menyiapkan dana besar atau modal besar.

Transaksi di BBJ
Berinvestasi emas di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) terkesan agak “lain”, karena Anda bisa menjual terlebih dahulu saat harga mahal dan membelinya saat harga murah (sell high, buy low). Transaksi di Bursa Berjangka merupakan transaksi perdagangan, yakni mengurangi risiko dan sekaligus mencari keuntungan dari selisih jual-beli sebagai akibat perubahan harga komoditas yang diperdagangkan, dalam hal ini adalah emas. Secara singkat, kontrak dagang berjangka adalah suatu kontrak untuk membeli (long) atau menjual (short) suatu aset dasar yang penyerahannya dilakukan pada masa yang akan datang sesuai harga yang terjadi di bursa saat kontrak jatuh tempo. Pada posisi jual (short), seorang pelaku akan mengambil posisi jual terhadap komoditas untuk melindungi risiko penurunan harga pada masa mendatang. konkretnya, seorang pelaku memperkirakan bahwa harga komoditas akan menurun, sehingga dia menjualnya saat ini dengan harga yang lebih mahal dan nantinya bisa membeli kembali ketika harga komoditas sudah lebih murah. Sementara itu, posisi beli (long), seorang pelaku memasang posisi beli pada suatu komoditas. Pertimbangannya, harga komoditas tersebut pada masa mendatang diperkirakan akan naik. Jadi, beli pada saat murah dan nanti bisa menjualnya kembali pada harga yang lebih mahal. Untuk turut “bermain” emas di bursa berjangka, Anda cukup membayar margin di muka (initial margin) sebesar Rp 4 juta per lot (ukuran kontrak adalah lot, di mana 1 lot sama dengan 1.000 gram emas), dengan membuka rekening di salah satu pialang. Selanjutnya, nilai per kontrak (lot) akan berfluktuasi seiring dengan naik-turunnya harga emas di bursa. Anda bisa saja menutup posisi Anda walau belum jatuh tempo, caranya dengan mengambil posisi sebaliknya dari posisi awal Anda pada kontrak yang sama.

Simulasi Transaksi Emas di BBJ
Misalkan harga emas pada kontrak berjangka emas (KBE) yang akan jatuh tempo akhir bulan ini berada pada level Rp 100.000 per gram. Ekspektasi Anda, bahwa harga emas dalam beberapa hari ke depan akan mengalami penurunan. Untuk mendapatkan keuntungan dari ekspektasi penurunan harga emas, Anda harus mengambil posisi jual (short) pada kontrak tersebut. Anda membeli 1 lot KBE yana gkan jatuh tempo di akhir bulan ini, dengan initial margin yang harus disetor sebebsar Rp 4 juta. Andaikan pada hari yang sama, pada saat perdagangan ditutup, harga emas turun ke level Rp 99.000 per gram, pada posisi ini Anda sudah untung sebesar Rp 1 juta (1 lot x (Rp 100 juta – Rp 99 juta)). Dengan memasang posisi jual, Anda telah menjual seharga Rp 100 juta per lot dan sekarang Anda membelinya dengan harga Rp 99 juta. Kalau keesokan harinya ternyata harga meas terus turun dan ditutup diharga Rp 98.000 per gram, Anda akan untung lagi sebesar Rp 1 juta (1 lot x (Rp 99 juta – Rp 98 juta)). Untuk merealisasi keuntungan, Anda bisa keluar dari “permainan” sebelum kontrak jatuh tempo dengan mengambil posisi beli (long). Total keuntungan Anda adalah sebebsar Rp 2 juta, di luar biaya transaksi. Keuntungan Anda akan berlipat-lipat dengan semakin banyak jumlah lot yang Anda beli. Sangat menggiurkan bukan? Dengan bermodal Rp 4 juta Anda sudah bisa berdagang emas sebanyak 1 kg, padahal Anda sendiri tidak memiliki emasnya. Tapi apa yang terjadi bila perkiraan Anda meleset, harga emas bukannya turun malah naik, misalkna menjadi Rp 101 per gram. Nilai per lot menjadi Rp 101 juta (Rp 101.000 x 1.000 gram). Anda akan tertimpa kerugian sebesar Rp 1 juta (1 lot x (Rp 100 juta – Rp 101 juta)), sehingga saldo Anda akan berkurang Rp 1 juta menjadai Rp 2 juta. untuk terus “bermain” Anda harus menyetor dana tambahn sebebsar Rp 2 juta sehingga rekenign Anda menjadi sama dengan posisi awal sebesar Rp 4 juta. Karena dalam “permainan” ini, jika, saldo Anda lebi kecil dari Rp 2,5 juta per lot (maintenance margin) Anda harus menyetor dana tambahan sehingga saldo rekening kembali pada posisi awal, yaitu sebesar Rp 4 juta per lot. Kalau Anda tidak menambahkannya, maka Anda harus keluar dari “permainan”.

Faktor-faktor
Sebelum Anda “bermain” di BBJ tentunya Anda mempertimbangkan beberapa hal, misalkan terkait dengan masalah fundamental komoditi yang Anda ingin “mainkan”. Aspek fundamental terkait dengan stock komoditi tersebut, apakah permintaannya semakin bertambah atau malah berkurang? Dari sisi demand juga perlu dipertimbangkan.
Dan kedua adalah berkaitan dengan aspek teknikal. Dalam hal ini, alat utamanya adalah menggunakan grafik perkembangan harga suatu komoditas dalam kurun waktu tertentu. Ada dua faktor yang perlu dipertimbangkan, yakni analisa garis support dan resistance. Yang dimaksud dengan garis support adalah garis yang menghubungkan titik-titik terendah dari harga suatu komoditas, sedangkan garis resistance merupakan garis yang menghubungkan titik-titik tertinggi dari harga. Berdasarkan pengalaman empiris, seorang pelaku di bursa berjangka dapat mengambil posisi beli jika harga yang terjadi berada diatas garis support dan sebaliknya mengambil posisi jual. Kenapa begitu? Sebab, biasanya, harga akan bernajak naik. Sedangkan, kalau harga sudah berada di bawah garis support, sebaiknya lakukan penjualan. Jika menggunakan garis resistance, yang perlu diperhatikan adalah apakah harga sudah berada berada di bawah garis tersebut. jika ya, biasanya, harga komoditas akan menurun, sehingga perlu dipertimbngkan untuk mengambil posisi jual.

Strategi yang Perlu Dilakukan
Secara umum sebelum Anda “bermain” di bursa berjangka ada beberapa stratetgi investasi yang sebaiknya dilakukan agar dapat meraih keutungan atau terhindar dari kerugian yang besar. Yang pertama adalah batasi jumlah transaksi investasi Anda. Dalam praktik, transaksi BBJ harus melalui pialang dna investor wajib menyerahkan sejumlah dana yang disebut sebagai deposit margin yang besranya minimum Rp 10 juta. Tentu saja, setoran yang lebih besar diperkenankan.
Tapi, kalau Anda belum memahami dan merasakan bagaimana bermain di bursa berjangka, jangan tempatkan semua uang Anda disana. Dan ini juga sangat seuai dengan kaidah investasi yang mengatakan “jangan menempatkan semua telur dalam satu keranjang”. Karena itu, kami menganjurkan agar Anda hanya menempatkan sebagian kecil saja sebagai awal. Dan bila Anda semakin mahir, maka tentunya bisa saja Anda menambah kapan saja. Kedua, bila ternyata pasar sedang stagnan atau tidak terjadi pergerakan harga yang signifikan, ada baiknya Anda mengambil sikap wait and see. Tapi kalau harga bergerak cukup fluktuatif, segera ambil posisi, termasuk keluar dari “permainan” bila ternyata pergerakan harga berbeda dari apa yang diperkirakan. Seorang pialang umumnya memberikan nasihat untuk melakukan cut loss bila floating loss (kerugian yang belum direalisasi) sudah mencapai sekitar 5% dari jumlah dana. Artinya, kalau Anda menanamkan uang sebesar Rp 10 juta dan harga komositas berubah dan Anda harus menanggung rugi sebesar Rp 500,000, keluar saja dari transaksi tersebut. Sebaliknya, kalau harga bergerak seiring dengan perkiraan Anda dan Anda sudah mendapatkan floating profit, jangan serakah. Eksekusi dapat dilakukan pada saat harga sudah mendekati “optimum” misalnya pada saat harga sudah bergerak naik sekitar 10%. Ketiga, masukkan aspek psikologis dan capital management dalam mengambil keputusan. Aspek psikologis, terkiat dengan rasa keraguan Anda dalam posisi transaksi yang Anda ambil. Bila dirasa kurang yakin maka keluarlah dari “permainan”.
Tapi tentunya saja jangan hanya keluar saja tanpa ada alasan yang cukup jelas. Selain itu, bila Anda baru saja mendapatkan keuntungan yang besar, jangan terburu-buru untuk menambahkan jumlah investasi Anda, karena hal ini bisa malah menjadi boomerang kepada Anda. bila Anda sedang dalam kebingungan, ada baiknya bila Anda meminta nasehat dari pensehat investasi. Terkait dengan aspek capital, jangan memaksakan diri Anda. dalam bermain di BBJ Anda perlu mengetahui berapa besar risiko yang bisa ditanggung bila ternyata posisi yang diambil salah. Jangan memaksakan diri untuk menahan floating loss yang terlalu besar karena hal ini akan menyulitkan Anda untuk melakukan recovery.
Demikianlah beberapa hal berkaitan dengan investasi emas di Bursa Berjangka. Yang paling esensial dari berinvestasi adalah jangan pernah berinvestasi kalau Anda tidak paham karakteristik investasi tersebut. Bila Anda tertarik, maka ada baiknya bila Anda mencari perusahaan pialang yang kredibel dan mampu memberikan nasehat yang objektif kepada Anda. Selamat mencoba.

White Swan Online Store