White Swan Online Store

Selasa, 02 Desember 2008

Kesederhanaan Bisnis yang Membawa Kemenangan

Jack Trout, pakar pemasaran tingkat dunia, percaya pada kekuatan dari kesederhanaan (the power of simplicity). Menurut Trout, orang atau perusahaan yang menerapkan prinsip kesederhanaan justru akan meraih sukses. Dalam pengamatannya, pada prinsipnya manusia menginginkan kesederhanaan (simplicity), dan menghindari kerumitan (complexity). Namun, kenyataannya, masih banyak orang dan perusahaan yang tetap mempraktikkan kerumitan. Lalu bagaimana menerapkan kesederhanaan yang meraih kemenangan?
Simak yang berikut. Semua orang menginginkan kesederhanaan. Alasannya? Sederhana saja: Kesederhanaan mudah dipahami dan dilakukan, sebaliknya, kerumitan membutuhkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk memahaminya. Lalu, kesederhanaan yang seperti apa yang membawa kemenangan?

Kesederhanaan dalam Produk.
Semakin rumit produk, semakin canggih image-nya, dan semakin laku produk tersebut di pasar. Ini anggapan banyak perusahaan. Tetapi kenyataannya tidak demikian. Produk-produk yang rumit menyusahkan konsumen dalam menggunakannya, sehingga konsumen pun tidak akan membeli lagi produk tersebut untuk kali berikutnya.
Misalnya saja Santi yang membeli sebuah produk telepon genggam dari sebuah merek tertentu. Produk ini terlalu canggih untuk Santi dan tidak user-friendly (lebih mudah digunakan). Santi lalu menjual kembali produk tersebut dan membeli produk yang lain yang lebih user-friendly. Hal ini berlaku pula dengan variasi produk. Banyak perusahaan yang beranggapan bahwa semakin bervariasi produk yang dijual, semakin besar kemungkinan perusahaan untuk meningkatkan penjualan. Lalu mereka pun memperkaya variasi produk yang ditawarkan kepada konsumen dengan harapan akan semakin banyak konsumen yang terjaring. Ternyata, dengan makin banyaknya produk, konsumen semakin bingung. Hal ini disadari oleh Proctor and Gamble, perusahaan yang memproduksi barang-barang konsumen. Untuk mempraktikkan prinsip kesederhanaan, Proctor and Gamble memangkas variasi produk yang ditawarkannya kepada konsumen secara signifikan. Dan mereka pun berhasil meningkatkan volume penjualan secara total, karena mereka membantu konsumen dengan mempersempit pilihan menjadi beberapa variasi saja, bukannya puluhan atau ratusan variasi sampo atau sabun.

Kesederhanaan dalam Produksi.
Bergerak dalam industri yang sama, pasti juga melibatkan bahan-bahan produksi dan proses produksi yang serupa. Ini yang dialami oleh Papa John’s Pizza. Di bidang penjualan makanan, Papa John’s Pizza dipilih oleh majalah Restaurant and Institution sebagai jaringan pizza terbaik di Amerika Serikat. Apa rahasianya? Penyederhanaan tidak saja dalam variasi produk, tetapi juga dalam proses produksi dan bahan yang digunakan. Dengan memfokuskan pada jenis pizza klasik, bahan-bahan yang dipergunakan pun tidak terlalu rumit, sehingga lebih mudah mengawasi pemilihan bahan yang berkualitas. Karena variasi produk yang juga lebih sederhana, pembuatan pizza bisa lebih terkonsentrasi pada beberapa cara saja, sehingga pengerjaannya bisa lebih cepat. Hal ini tentu saja menguntungkan perusahaan dan juga konsumen yang menikmatinya.

Kesederhanaan dalam Penjualan.
Dengan semakin sengitnya persaingan di industri telepon selular, terutama provider telekomunikasi di Indonesia, maka para pemain di industri ini, semakin berlomba menyederhanakan proses penjualan voucher. Yang tadinya sangat rumit, menjadi semakin sederhana. Pada awalnya calon pelanggan sebuah provider telekomunikasi harus datang sendiri ke outlet penjualan, menyampaikan copy kartu identitas, rekening bank tiga bulan terakhir, dan rekening listrik tiga bulan terakhir. Pembayaran pulsa pun dilakukan melalui transfer di Bank. Sekarang, pembeli tidak perlu lagi meluangkan waktu memfotokopi dan menyerahkan identitas dan surat-surat pengenal lainnya. Mereka cukup membeli kartu perdana prabayar. Setelah pulsa menipis, mereka pun tak perlu pergi ke bank, melainkan tinggal mengunjungi ATM terdekat. Bahkan beberapa provider memberikan kemudahan pengisian pulsa melalui telepon genggam, dan juga kemudahan bagi seseorang untuk berbagi pulsa dengan yang lainnya.

Kesederhanaan dalam Pelayanan.
Biasanya untuk melakukan perjalanan dengan pesawat terbang, calon penumpang harus pergi ke Bandara atau agen perjalanan untuk booking dan pembelian tiket. Mereka harus check in dengan membawa tiket yang mereka beli. Untuk itu, mereka harus datang satu jam sebelumnya untuk penerbangan dalam negeri, dan dua jam sebelumnya untuk penerbangan luar negeri. Mereka juga harus menunggu cukup lama ketika makanan dinaikkan ke dalam pesawat.
Semua permasalahan ini ternyata dipahami benar oleh Southwest Airline, salah satu perusahaan penerbangan terlaris di Amerika Serikat. Perusahaan ini kemudian menyederhanakan penjualan tiket (melalui internet, dan calon penumpang bisa langsung mencetak tiket mereka melalui printer di tempat mereka masing-masing). Jadi, mereka tidak perlu ke counter check in di bandara, dan tidak perlu datang terlalu pagi (mereka masih bisa melakukan kegiatan yang lainnya sebelum berangkat ke bandara). Mereka juga tidak perlu menunggu terlalu lama bagi hidangan yang harus dinaikkan ke dalam pesawat (karena memang hidangan tidak diberikan). Bandara yang digunakan oleh perusahaan penerbangan ini juga merupakan bandara yang tidak terlalu sibuk (bukan bandara utama di provinsi yang bersangkutan di USA). Dan semua perjalanan, tidak diperumit dengan transit, tetapi merupakan perjalanan yang langsung ke destinasi (tempat tujuan). Karena kesederhanaannya ini, Southwest Airlines banyak dipilih oleh konsumen, dan banyak ditiru oleh pemain lain di industri yang sama, baik di dalam maupun di luar negeri.

MODAL DASAR UNTUK MENERAPKAN KESEDERHANAAN
Untuk menerapkan kesederhanaan ternyata tidaklah sesederhana yang dibayangkan. Implementasi kesederhanaan memerlukan modal dasar berikut.

Mencintai Pekerjaan.
Orang yang mencintai pekerjaan, akan berusaha sedemikian rupa sehingga pekerjaannya tersebut lebih mudah dan lebih menyenangkan untuk dilaksanakan. Jika pekerjaan sudah dirasakan menyenangkan, maka segala sesuatunya menjadi lebih mudah untuk diselesaikan. Tanpa rasa cinta yang tinggi terhadap pekerjaan, akan sulit bagi seseorang untuk berhenti sejenak mencari cara jitu untuk menyederhanakan pekerjaan, yang nantinya memberi kemungkinan untuk bekerja dan mendapatkan apa yang dibutuhkan.
Cinta kepada pekerjaan juga akan mendorong seseorang untuk membuat orang lain mencintai pekerjaan yang sejenis dan terutama dapat menikmati hasil karyanya. Sam Walton, pebisnis di bidang ritel, sangat mencintai pekerjaannya, sehingga ia bersedia berkunjung dari satu cabang ke cabang lainnya untuk berdialog dengan konsumen dan mengidentifikasi keinginan konsumen yang sebenarnya.

Memahami Orang Lain.
Dengan memahami orang lain ataupun perusahaan lain (baik sebagai distributor, maupun pelaku bisnis), kita dapat lebih mudah menentukan cara pelayanan yang paling baik (yang tidak rumit) untuk pelanggan. Pemahaman ini mencakup pemahaman terhadap sikap orang (terutama yang positif karena lebih menyenangkan untuk didengar), dan perilaku mereka. Pemahaman ini mendorong kita untuk berputar otak dan memahami situasi yang kita alami.

Menguasai sampai ke Akarnya.
Kesederhanaan muncul dari kemampuan yang dalam sampai ke akarnya. Hanya dengan pengetahuan yang seperti inilah, bisa kita dapatkan intisari dari “produk, proses produksi, penjualan” dan membuatnya lebih lebih sederhana dan lebih mudah dipahami oleh target audience. Penguasaan yang komprehensif terhadap bidang yang menjadi tanggung jawab kita membuat kita lebih percaya diri, lebih mampu, sehingga lebih mudah meyakinkan masyarakat, terutama calon pembeli, untuk membeli produk kita.

Memiliki Mentalitas Berbagi Sukses.
Apa pun yang kita lakukan dengan tujuan untuk membantu agar orang lain juga bisa merasakan kesuksesan (misalnya: dengan telepon, pelatihan, dan rapat-rapat reguler yang bisa dijadikan ajang menggodok masalah ataupun kondisi yang lebih rumit, pasti akan membuahkan sukses.) Dengan mentalitas berbagi sukses ini, otomatis kita akan berusaha agar kesuksesan yang kita raih lebih mudah dipahami. Hal ini juga telah dipraktikkan oleh Brainy Wise, wanita yang sekarang telah menduduki kursi teratas di bidang pemasaran di tempat ia bekerja. Dengan mentalitas ini, kita dipacu untuk berpkir kreatif agar kita dan mitra kerja sama kita bisa menikmati sukses bersama. Jika sukses telah diraih, kepuasan berhasil diasah, maka kemungkinan besar konsumen pun tidak sabar untuk berkunjung ke perusahaan.

Sudahkah Anda dan perusahaan Anda menerapkan kesederhanaan? Di tengah era persaingan yang sangat ketat, dunia yang terus bergolak, kita dituntut untuk hidup sederhana. Caranya: buatlah produk, produksi, dan prosedur/proses yang Anda jalani menjadi sederhana tidak saja dalam variasi produk. Selanjutnya, jangan lupa memupuk modal dasar kesederhanaan yang diperlukan. Selamat mencoba.

1 komentar:

budi herprasetyo mengatakan...

Mas nanang, visi anda luar biasa !
apa yang anda tulis di blog ini juga luar biasa.
semoga blog ini bisa memberi inspirasi bagi orang yang mampir.
saling nge-link ya mas nanang.

GBU
Salam Sempurna !

White Swan Online Store